Rabu, 21 Maret 2012

“Hujan suatu Sore”



Jika hidup ini adalah sungai, jika gairah menjalani kehidupan adalah riak air yang naik turun, maka mata air dari sungai kehidupan adalah apa yang kita sebut dengan harapan. Ketika melihat seorang tua berjalan naik turun bukit menuju ladangnya, aku bertanya tentang apa yang membuatnya masih kuat untuk ini. Jawabannya panjang lebar, sepanjang jalan yang ditempuh, selebar lembah yang terlihat dari puncak ladangnya, tapi intinya hanya satu ; ia kuat karena tengah mengejar harapan, yaitu ingin melihat anak-anaknya menjadi orang yang lebih baik. Maka, jika ada kehilangan yang paling mengerikan dalam hidup ini, adalah kehilangan harapan. Jika engkau hidup, maka hidupmu adalah kosong seumpama laut Aral yang telah lama ditinggalkan airnya. Jika engkau berjalan, maka wajahmu kaku seperti puing tembok rumah belanda yang telah lama dihancurkan gempa .

Jumat, 24 Februari 2012

Roda-roda Gerobak



Kata orang hidup adalah tentang pilihan. Memilih berarti memutuskan. Maka, hidup tak lain dan tak bukan adalah proses mengambil keputusan lalu merasakan dampak dari keputusan tersebut. Jika memang ini adanya, kita dapat menyimpulkan bahwa hidup tidaklah sama bagi orang-orang. Bagi sebagian hidup terasa mengancam, namun tidak bagi yang lainnya.

Sebuah keputusan tidaklah sulit bagi jiwa yang merdeka. Yaitu orang-orang yang mengikatkan dirinya pada kebenaran semata. Jika sudah begini, mereka hanya perlu mengenal mana yang benar dan mana pula yang salah, selanjutnya mudah saja; tinggal memilih yang benar. Alurnya memang terlihat sederhana, namun butuh keahlian untuk  bisa melakukannya. Bagaimanapun juga, kebenaran bukanlah barang murahan. Betul  bahwa Tuhan telah memberikan dasarnya, akan tetapi hidup terkadang muncul dalam bentuk yang rumit dan enigmatis. Jika sudah begini, kita mesti pandai menempatkan logika dan perasaan pada tempat yang pas.

Rabu, 08 Februari 2012

“BIASA DAN TAK BIASA”



Ada hal biasa, ada pula yang tak biasa. Biasanya, hal-hal yang tak biasa disebut sebagai sesuatu yang luar biasa. Terkadang orang menyebutnya dengan istilah lain ; tak masuk akal. Sebenarnya, segala ketetapan Tuhan tentang laku perangai alam tiada yang tak masuk akal. Hanya saja terdapat prilaku alam yang belum sempat dikunyah logika, belum diketahui hakikatnya, maka orang mengatakannya sebagai sesuatu yang “tak masuk akal”. Fakta bahwa bumi bulat, tak masuk akal pada awalnya, tapi begitu logika bisa mencerna, maka hanya orang gila-lah yang masih mengatakan bahwa bumi ini datar seperti kue ulang tahun.  

Senin, 30 Januari 2012

“LENTERA JIWA”

Entah bagaimana awalnya, aliran air seringkali dikait-kaitkan dengan bagaimana idealnya manusia menjalani hidup. Sebagian orang selalu berpesan tentang hidup, bahwa ia harus berjalan seperti air yang mengalir, niscaya akan sukses. Sebagian lain punya pikiran lain, hidup haruslah melawan arus (air), baru bisa sukses. Kedua-duanya punya argumentasi filosofisnya sendiri-sendiri.

Diantara argumentasi filosofis yang dipakai golongan pertama adalah bahwa aliran air adalah lambang dari sebuah kepastian juga kedamaian, tidak neko-neko dan aneh. Hidup seumpama pusaran thawaf yang harus diikuti dengan ikhlash. Jika anda adalah orang yang sangat tergila-gila dengan kata-kata “life is simple”, maka berkemungkinan besar, hidup prinsip inilah yang anda pegang. Lihatlah semboyannya; “Let it flows”, memang terkesan ringan dan apa adanya bukan?

Rabu, 25 Januari 2012

“Bersahabat Dengan Bubur”

Galibnya, kesalahan adalah hal yang lumrah. Tapi menjadi tak biasa jikalau si pembuat kesalahan menunjukkan wajah tak bersalah di hadapan khalayak, padahal baru saja membunuh banyak orang. Caci maka dan hujatan publik saentero nusantara terasa wajar mengingat sikap antagonisme menjijikkan yang telah ia tunjukkan. Cuek tak berempati, sempat marah membela diri di hadapan kamera, lalu berponsel dengan pembawaan santai, sementara tangis, darah dan ratapan berbuncah akibat ulahnya.

Sabtu, 07 Januari 2012

"Keakraban yang Hampir Punah”

Kali ini aku tak pergi ke sana menggunakan sepeda motor, tapi menggunakan  kendaraan umum. Galibnya menggunakan kendaraan umum, tentu saja beberapa kali harus jalan kaki untuk berpindah dari kendaraan satu ke kenderaan yang lain. Ini tentu saja jauh berbeda dengan menggunakan sepeda motor ataupun kendaraan pribadi lainnya, tinggal duduk saja dari pintu rumah hingga kembali ke pintu rumah.

“SAYANG(?)”


Sama seperti urusan lainnya, mengungkapkan dan menunjukkan rasa sayang juga mesti cerdas. Sayang yang tak cerdas alih-alih akan menghidupkan, malah akan menghancurkan bahkan sampai membunuh. Jika ini terjadi tentu saja menjadi tragedi yang amat pahit, jauh lebih pahit dari rasa pahit pekat Burcea Javanica.