"Keakraban yang Hampir Punah”

Sabtu, 07 Januari 2012

| | | 0 komentar
Kali ini aku tak pergi ke sana menggunakan sepeda motor, tapi menggunakan  kendaraan umum. Galibnya menggunakan kendaraan umum, tentu saja beberapa kali harus jalan kaki untuk berpindah dari kendaraan satu ke kenderaan yang lain. Ini tentu saja jauh berbeda dengan menggunakan sepeda motor ataupun kendaraan pribadi lainnya, tinggal duduk saja dari pintu rumah hingga kembali ke pintu rumah.

“SAYANG(?)”

| | | 0 komentar

Sama seperti urusan lainnya, mengungkapkan dan menunjukkan rasa sayang juga mesti cerdas. Sayang yang tak cerdas alih-alih akan menghidupkan, malah akan menghancurkan bahkan sampai membunuh. Jika ini terjadi tentu saja menjadi tragedi yang amat pahit, jauh lebih pahit dari rasa pahit pekat Burcea Javanica.

Dulang Emas Carano Perak

Minggu, 01 Januari 2012

| | | 2 komentar

Pada dasarnya, belajar adalah kegiatan yang seru untuk dijalani. Bagaimana tidak, ia dapat mengungkap berbagai misteri. Apakah yang lebih indah di sini, jika bukan misteri yang akhirnya tersibak? Sesungguhnya otak tak pernah ingin diam dan stagnan, ia selalu meronta untuk digunakan sesuai tujuan ia diciptakan; berpikir. Maka otak manakah yang tak bahagia, karena selalu dibuat sibuk belajar oleh pemiliknya karena dengan itu ia berpikir. Seperti kata orang bijak ; pikiran yang sibuk adalah pikiran yang bahagia. Bacalah! Demikian untuk pertama kalinya Tuhan berfirman.

“Pendosa yang tak terampuni”

Rabu, 21 Desember 2011

| | | 0 komentar
Paruh yang terlewat panjang dan melengkung, serta keadaan cakar kurang lebih sama, adalah takdir yang mesti dihadapi oleh seekor elang yang sudah tua. Paruh dan cakar seperti itu tak akan bisa digunakan untuk menyergap mangsa walau hanya seekor anak tikus yang belum hapal betul cara berlari. Elang tua lalu melakukan hal dramatis yang barangkali amat menyakitkan. Ia terbang ke gunung tinggi, disana –sendirian- ia memukul-mukulkan paruh itu ke batu, berkali-kali, hingga terlepas. Hal serupa juga dilakukan pada cakarnya yang afkir. Sakit, pasti sakit melakukan itu. Tanpa paruh dan cakar, ia harus berdiam diri selama kurang lebih kurang enam bulan, hingga paruh dan cakarnya tumbuh lagi. Sekarang, setelah itu semua, ia kembali meluncur dan melanjutkan kehidupan, hingga kematian betul-betul tak lagi bisa dihadang…

Makhluk Rakus Ruang

Sabtu, 17 Desember 2011

| | | 0 komentar

Punya mobil pribadi? Kenapa tidak! Saat ini hampir semua orang ingin memilikinya. Hal itu tidaklah mengherankan, mengingat banyak hal-hal asyik yang dapat dinikmati melalui mobil pribadi. Tak perlu lagi menimbang-nimbang keadaan cuaca ketika hendak bepergian, panas ataupun hujan, tak masalah. Belum lagi kapasitas isi yang lebih banyak, tempat duduk yang lebih nyaman, AC, music, hingga video. Mana ada kemewawan-kemewahan itu pada sebuah sepeda motor, apalagi pada becak ataupun pedati.

“Ketika Orang-Orang Tua Bercakap-cakap”

Rabu, 16 November 2011

| | | 0 komentar

“Hanya tinggal saya sendiri, yang lain sudah habis” Kata Bapak berambut putih itu ketika kawannya bertanya perihal kabar beberapa orang sahabat lama.

Induak bareh bagaimana keadaannya?” Bapak berambut putih balas bertanya.

“Sudah  lima tahun” kata sang kawan ringan, lalu kemudian tertawa.

“Inna lillah!” kata bapak berambut putih.

Obrolan kedua pensiunan polisi itu berlanjut akrab disela-sela antrian pengunjung kantor pajak yang bertumpuk. Kenangan masa lalu tampak sangat indah untuk dibicarakan oleh dua orang tua ini.

“Sekarang tinggal kita berdua yang seangkatan” kata bapak berambut putih.

Kisah Idul Adha (3) : Jadi Khatib (dan orang suci)

Selasa, 08 November 2011

| | | 0 komentar

Menurutku para khatib adalah orang-orang yang dipilih Tuhan untuk menyampaikan pesan-pesanNya. Maka, jikalau kawan pembaca tak diundang menjadi khatib atau penceramah, artinya Tuhan belum berkehendak, alasannya cari saja sendiri. Sebaliknya, jikalau diundang untuk memberikan khutbah atau ceramah, maka penuhilah dengan sepenuh hati, siapkan diri sebaiknya, siapkan ayat, juga hadisnya, jangan sampai asal-asalan atau malah menyesatkan. Jangan lupa, terima saja amplopnya jikalau usai khutbah dan ceramah, tentunya seraya mengucapkan terima kasih. He he he he.