akhir-akhir ini jiwaku terbang kemana-mana
kadang hinggap di tepi kota
kadang di pulau tengah samudra
baru-baru ini singgah ke puncak gunung dan pucuk-pucuk kelapa tua di tepi bukit
esok atau nanti entah kemana,
kadang mengundang senyum, kadang sesak, kadang tawa.
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Puisi Kehidupan
Kehidupan...
Bertahun melontar nafas
Menganjung cinta, tentunya cita-cita
Ini semua tentang wujud diri.
Ombak tiada henti mengikis karang,
Tiada daya akan sunnah, iapun menghalus,
entah kemana remahan kecilnya dilarikan digungung buih.
Wahai sosok, jika ia semakin lemah, usaplah agar bertambah kukuh
lindaplah segala ringkih.
Jikalau isak lahir di tengah sunyi, biarlah sesekali itu
agar alirnya menyubur mentari yang mulai dihisap layu
sejumput isak, tak usahlah segunung tangis
layaknya hujan, kan menghanyutkan nyawa sampai jauh,
jauh entah kemana
andai melesat tiada henti, andai melesat tiada akhir.
Bertahun melontar nafas
Menganjung cinta, tentunya cita-cita
Ini semua tentang wujud diri.
Ombak tiada henti mengikis karang,
Tiada daya akan sunnah, iapun menghalus,
entah kemana remahan kecilnya dilarikan digungung buih.
Wahai sosok, jika ia semakin lemah, usaplah agar bertambah kukuh
lindaplah segala ringkih.
Jikalau isak lahir di tengah sunyi, biarlah sesekali itu
agar alirnya menyubur mentari yang mulai dihisap layu
sejumput isak, tak usahlah segunung tangis
layaknya hujan, kan menghanyutkan nyawa sampai jauh,
jauh entah kemana
andai melesat tiada henti, andai melesat tiada akhir.
Label:
Puisi
Zikir Hujan
hujan...
turunlah sepuasnya
bawalah berkah Tuhan dalam tiap rintikmu
agar jiwa kering kami kembali basah, basah oleh zikir-zikir kapada Yang Aziz
hujan...
lembut rintikmu itu
tularkanlah kepada kami
agar lembut hati keras kami, hingga tandas lalim pada sesama makhluk
hujan...
sejuk rintikmu itu
jalarkanlah kepada kami
agar sejuk hati panas kami, hingga jernih berpikir, bijak berlaku
hujan...
irama dirimu itu, kami tahu itu zikir taat kepada Tuhan
peluklah hati kami, agar larut dalam zikir, zikir air dan udara
agar Tuhan, kembali ampunkan dosa kami, agar kembali putih hati kami
hujan...
bawalah kami dalam zikir taatmu
antarkan kami kepada Tuhan melalui aliran murnimu
sampaikan pesan kami kepada kawan-kawan alammu
bahwa kami manusia, dalam proses sadar, sadar akan dosa,
bahwa kami sedang bertaubat...
Label:
Puisi
Langganan:
Postingan (Atom)

