Jika ia manusia, maka kucing yang satu ini adalah seorang remaja. Badannya tidak kurus dan tidak gendut, sedang lincah-lincahnya, pandangan matanya selalu awas dan penuh ketertarikan juga kewaspadaan, suaranya penuh semangat dan yang pasti ia belum pernah kawin dan tampaknya belum hendak kawin. Entah kalau besok.
Rumah tempat ku tinggal sekerang seperti rumah kebanyakan, di bagian depannya ada pintu, ada jendela kaca nako, tak ketinggalan ventilasi kayu tempat keluar masuk udara luar. Selain tempat keluar masuk udara, ventilasi itu adalah tempat favorit kaum laba-laba untuk membuat sarang dan buang hajat. Barangkali kaum laba-laba tahu benar, bahwa ventalasi itu adalah jalur keluar masuknya nyamuk-nyamuk betina yang hendak mencari darah, maka dibuatlah sarang, dengan harapan agar nyamuk-nyamuk itu terperangkap. Laba-laba kecil itu memang pintar, di ventilasi itu mereka bisa ongkang-ongkang kaki, tidur-tiduran menikmati angin sepoi-sepoi sambil menunggu mangsanya. Betapa sempurna dan nikmat hidup mereka, terlebih jika aku tak selalu membersihkan ventilasi itu.
